Kepolisian Hadirkan Tilang Elektronik Guna Mencegah Pungli, Bagaimana Mekanismenya?

Maraknya pungli yang dilakukan oleh beberapa oknum kepolisian, berimbas jelek pada gambaran polisi. Sehingga tidak salah kalau banyak orang yang merasa kesal dan sebal. Meskipun ketika melanggar, si pelanggar juga melaksanakan hal yang kerap dibenci, yakni menyuap demi dimudahkan, tak perlu melewati jalur aturan yang belibet.

 

Banyak juga yang merasa kesalahannya dibuat-buat oleh kepolisian di lapangan dan merasa dirugikan ketika dikenakan tilang. Sehingga mereka berpegang teguh apa yang dikatakan oleh almarhum Gus Dur, “Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng.”

 

Namun untuk mencegah gambaran ini terus mengakar, sekaligus menjadi sebuah penemuan biar merapat ke arah teknologi dan modern. Korps Lalu Lintas Polisi Republik Indonesia telah resmi meluncurkan aplikasi tilang elektronik atau e-tilang. Pelayanan e-tilang ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia dan akan memudahkan proses pembayaran denda. Sehingga tidak menjadi celah pungli bagi beberapa oknum. Lantas bagaimana mekanisme dari tilang elektronik?

 

Sudah Jelas Bung, Berlaku bagi Para Pelanggar Lalu Lintas Bukan yang Tertib Berlalu Lintas

 

Maraknya pungli yang dilakukan oleh beberapa oknum kepolisian Kepolisian Hadirkan Tilang Elektronik guna Mencegah Pungli, Bagaimana Mekanismenya?

 

Untuk proses penilangan dilakukan oleh petugas kepolisian yang ada di lapangan, tentunya bagi para pengendara yang melanggar kemudian lintas. Dan pelanggar yang ditilang mengakui melanggar alasannya ialah ada pasalnya, ibarat menerobos lampu merah atau berhenti di daerah yang tidak boleh berhenti. Kemudian pelanggar akan memakai aplikasi e-tilang yang dimiliki polisi atau apabila pelanggar sudah mempunyai aplikasi tersebut, maka bisa cek dari gawainya sendiri.

 

Polisi Akan Memberikan Sebuah ID kepada Pelanggar

 

Maraknya pungli yang dilakukan oleh beberapa oknum kepolisian Kepolisian Hadirkan Tilang Elektronik guna Mencegah Pungli, Bagaimana Mekanismenya?

 

Seperti halnya dalam mengakses media umum atau semacamnya yang memakai ID. Para pelanggar akan mendapat ID tersebut untuk login dan mengakses guna melihat besaran denda yang dikenakan atas pelanggaran yang dilakukan. Setelah mengetahui besarannya, pelanggar akan mendapat nomor BRI Virtual Akun (BRIVA).

 

Pembayaran Dilakukan dengan Tiga Opsi yang Bebas Dipilih

 

Maraknya pungli yang dilakukan oleh beberapa oknum kepolisian Kepolisian Hadirkan Tilang Elektronik guna Mencegah Pungli, Bagaimana Mekanismenya?

 

Setelah pelanggar mendapat instruksi BRIVA, pelanggar sanggup membayarkan denda yang diharuskan. Ada tiga opsi yang menjadi pilihan untuk pelanggar dalam membawa denda e-tilang, lewat ATM, mobile banking, atau ke bank. Nantinya pembayaran akan pribadi terhubung ke server e-tilang yang mengurus server SIM online dan e-Samsat yang apabila tidak dibayarkan pelanggar tidak sanggup memperpanjang SIM maupun STNK. Selain itu, aplikasi e-tilang akan berubah warna hijau apabila bung sudah bayar, kalau belum akan berwarna biru.

 

Barang Bukti yang Semula Disita Akan Dikembalikan Setelah Denda Terbayarkan

 

Maraknya pungli yang dilakukan oleh beberapa oknum kepolisian Kepolisian Hadirkan Tilang Elektronik guna Mencegah Pungli, Bagaimana Mekanismenya?

 

Seperti proses tilang yang dilakukan secara konvensional, SIM atau STNK Bung niscaya akan disita sebagai jaminan. Setelah Bung bisa membayar besaran denda yang dikenakan, maka polisi wajib mengembalikan barang yang disita. Sehingga tilang dengan memakai aplikasi ini jauh lebih simple, tapi tak menciptakan Bung jadi simple untuk melanggar.

 

Apakah Ada Persidangan?

 

Maraknya pungli yang dilakukan oleh beberapa oknum kepolisian Kepolisian Hadirkan Tilang Elektronik guna Mencegah Pungli, Bagaimana Mekanismenya?

 

Seperti yang kami bilang barusan Bung, aplikasi e-tilang ini menciptakan mekanisme penilangan jauh lebih simple. Persidangan tetap ada, tetapi pelanggar boleh hadir maupun tidak. Selain itu jikalau putusan denda kurang dari yang dibayar maka uang pun akan dikembalikan. Adanya aplikasi ini dibutuhkan kepolisian menciptakan penegakan aturan jauh lebih mudah. Tilang berbasis aplikasi ini diterapkan diseluruh kota di Indonesia, tidak terbatas hanya di kota-kota besar saja.