Investasi Aman Melalui Fintech P2P Lending

Generasi milenials yang saat ini berusia 18 hingga 30an tahun merupakan generasi dengan jumlah terbanyak yang melakukan investasi. Kesadaran berinvestasi dimulai semenjak generasi tersebut mulai menata hidup secara mandiri, dan mengatur keuangan sendiri, atas alasan menjamin sekuritas dana yang dimiliki dari penghasilan pribadi. Investasi memang sangat penting, terutama di zaman sekarang dimana teknologi semakin berkembang, tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi karena sudah ada fitur investasi fintek. Investasi jenis ini adalah model simpanan dana melalui aplikasi yang dimonitor oleh investor secara online melalui perangkat digital (gawai) yang dimiliki.

 

Investasi milenial melalui aplikasi digital ini ada banyak bentuknya, terutama peralihan operasional investasi konvensional menggunakan sistem digital pun semakin banyak. Misalnya saja investasi reksadana, saham, dan deposito yang sekarang sudah bisa diakses secara online. Namun ada pula jenis investasi baru yang mengandalkan sistem digital, yaitu P2P lending (peer to peer lending).

 

Peer to peer lending atau yang sering disebut dengan singkatan P2P lending adalah proses pinjam meminjam online melalui aplikasi yang berfungsi sebagai platform bertemunya investor (pemilik modal) dengan peminjam dana. Anda bisa berinvestasi melalui aplikasi P2P  lending dengan dana minimal Rp 50.000 atau Rp 100.00, besarannya tergantung ketentuan masing-masing fintek penyelenggara. Dengan modal yang terjangkau, Anda yang berusia mulai dari 18 tahun bisa merasakan manfaat berinvestasi dengan aplikasi investasi digital ini. Sejumlah dana yang Anda pinjamkan akan disalurkan kepada peminjam modal untuk mereka gunakan sebagai modal mengembangkan usaha, membiayai pendidikan, membiayai kesehatan, atau pembayaran invoice tagihan sebuah perusahaan.

 

Para peminjam modal dalam aplikasi ini akan mengunggah data diri yang diperlukan untuk analisa kredit, seperti kondisi perekonomian pribadi, kondisi bisnis, track record pinjaman, hingga data diri personal jika peminjam merupakan perseorangan, seperti latar belakang pendidikan dan lingkungan sosial. Data diri tersebut digunakan untuk proses analisis yang menentukan layak-tidaknya pihak tersebut mendapatkan pinjaman. Analisis kredit ini dilakukan sendiri oleh pemilik modal (investor) atau oleh tenaga manajemen investasi dari fintek penyelenggara. Sehingga, dapat dikatakan bahwa investasi melalui platform pinjaman online ini dikatakan aman dan terjamin prosesnya.

 

Keamanan yang didapatkan investor melalui investasi fintek P2P lending juga dilihat dari adanya jaminan yang diberikan beberapa fintek penyelenggara pinjaman digital, salah satunya Danamas. Danamas memberikan asuransi hingga 70% untuk meng-cover modal pinjaman yang diberikan investor, namun mengalami kendala berupa terlambat bayar. Selain itu dengan melakukan analisa secara teliti dan komprehensif bisa menghindarkan investor dari resiko terlambat bayar.

 

Jaminan resiko didapatkan juga melalui besaran suku bunga yang telah diklasifikasi. Terdapat range resiko A hingga E untuk mengelompokkan peminjam dana yang memiliki resiko rendah hingga resiko tinggi. Golongan A adalah peminjam dengan resiko terendah, dan golongan E adalah peminjam dengan resiko tertinggi. Golongan-golongan tersebut akan menentukan range suku bunga yang bisa diterapkan kepada peminjam.

 

Golongan dengan suku bunga tertinggi adalah golongan E, yakni golongan dengan resiko pinjaman tertinggi. Mengingat metode diversifikasi, keuntungan yang didapatkan dari meminjamkan modal kepada golongan E adalah yang tertinggi sehingga Anda bisa mempertimbangkan ini. Investasi melalui P2P lending tergolong investasi aman yang mudah dengan resiko tak terhitung kompleks. Semua prosesnya dilakukan secara online. Hingga Agustus 2019, terdapat 127 fintek P2P lending yang telah terdaftar di OJK.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *